bahasa rote ¹a- p proklitik orang pertama tunggal yg dilekatkan pd verba yg berawal dgn fonem konsonan dan verba denominal: a-lai (saya) lari; a-daa (saya) berdarah; au a-tonggo ua-n neme naa boema ana la’o leo saya bertemu dgnnya di sana stlh itu ia pergi ²a v (Landu) menggigit, gigit: busa-ra ara a bibi-hiek anjing menggigit kambing; a’a cara gigit, gigitan → (lih. kaa ) a'a n (Rikou) kakak, abang: a’a neu nara o papa-m kakak pergi menjemput ayahmu → (lih. ka’a ) a’au n ( Oepao) nasi: ria a a’au pinga’ dua ia makan nasi dua piring; a’au kuni’ nasi kuning; a’au sesena’ nasi goreng → (lih. kakau ) aba n benang: ana seu badu-na pake aba pilas ia menjahit bajunya menggunakan benang merah; abas 1 kapas: ala sele abas huk esa nai uma-n mata-n mereka menanam sebuah pohon kapas di depan rumahnya; 2 benang, kapas (tertentu): abas ele dula-n fulak benang itu warnanya putih ado p kata seru yg menyatakan rasa kaget, rasa heran; aduh ¹ae v (saya) mengatakan, bilang,...
Berikut ini daftar nusak-nusak atau kerajaan yang berada di Pulau Rote. 1. Baa: satu dari 19 kerajaan yang berada di kepulauan Rote, Barat Daya Pulau Timor, dibentuk tahun 1691. 2. Bilba: satu dari 19 kerajaan di kepulauan Rote. 3. Bokai: satu dari 19 kerajaan di kepulauan Rote. Didirikan 1756. 4. Dehla: satu dari 19 kerajaan di kepulauan Rote, Barat daya Pulau Timor. Dehla melepaskan diri dari Oenale dan didirikan pada tahun 1800-an. 5. Dengka: kerajaan terbesar dari 19 kerajaan yang berada di Pulau Rote. 6. Diu: satu dari 19 kerajaan di Pulau Rote, kadang berada di bawah kekuasaan Korbafo, didirikan pada 1691. 7. Keka: satu dari 19 kerajaan di kelompok Pulau Rote, barat daya dari Timor. Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772. 8. Korbafo: satu dari 19 kerajaan di kelompok kepulauan Rote, barat daya dari Timor. 9. Landu: kerajaan yang paling tua dari 19 kerajaan kelompok pulau Rote, terletak di barat-day Timor. 10. Lelain: satu dari 19 kerajaan di kelompok pulau Rote, b...
KONKORDANSI BAHASA ROTE DIALEK LOLEH OLEH LEKSI S. Y. INGGUOE, SPD BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa daerah merupakan suatu unsur kebudayaan tradisional yang harus dilestarikan karena merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pengembangan kebudayaan nasional. Bahasa daerah tidak dapat terlepas dari unsur alamiah dan faktor sosiokulturalnya seperti yang dikemukakan Reichling bahwa sebuah bahasa memang tidak beralaskan pada sebuah perjanjian antara pemakainya, namun bahasa itu pada satu pihak ditemukan oleh unsur-unsur alamiah dan pada pihak lain oleh faktor-faktor kultural (Reichling, 1971:35). Di Indonesia terdapat sejumlah kelompok bahasa daerah dan salah satu diantaranya kelompok bahasa Ambon Timur yang memiliki kurang lebih 22 bahasa daerah termasuk bahasa Rote (Saidi, 1994: 25). Bahasa Rote adalah bahasa yang digunakan di Pulau Rote (pulau di sebelah barat pulau Timor dan merupakan pulau paling selatan di Indonesia). Bahasa Rote menurut Manafe (1884) d...
Komentar
Posting Komentar